Kasih Sayang dan Cinta Di Dalam Rumah Tangga Rasulullah ﷺ
.
Tidaklah terhina seorang suami membantu pekerjaa rumah tangga :
.
– Mencuci baju dan piring
– Menyapu dan mengepel lantai
– Membersihkan rumah
.
Bohong jika katanya membuat istri ngelunjak/besar kepala, malah akan semakin menambah sayang dan cintanya…
.
Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga tidak segan membantu istrinya…
.
Mari kita simak riwayat dibawah ini…
.
Dari Al-Aswad dia berkata, saya bertanya kepada Aisyah, “Apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ikut membantu pekerjaan rumah isterinya?”
.
Aisyah menjawab; “Beliau suka membantu pekerjaan rumah isterinya, apabila tiba waktu shalat, maka beliau beranjak untuk melaksanakan shalat.”
.
(HR Bukhari 5579)
Penyesalan Para Pendosa Di Akhirat
Sebelum itu terlambat…
.
Mereka yakni orang-orang fasiq dan munafiq yang telah mati (wafat) sangat menyesal dan merugi di alam barzakh sana… hal itu disebabkan selama di dunia mereka meninggalkan dan menyia-nyiakan amal shalih yang telah Allah سبحانه و تعالىٰ tetapkan bagi setiap hamba. Di alam barzakh mereka meminta dan memohon kepada Allah سبحانه و تعالىٰ agar dikembalikan (dihidupkan) ke dunia untuk beramal Shalih, seperti shalat, puasa, zakat dan haji serta amal-amal shalih lainnya namun hal itu pun percuma dan sia-sia karena telah terlambat sebagaimana Allah ﷻ terangkan di dalam al-Qur-anul Karim.
.
Allah عز وجل berfirman :
“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sungguh, itu adalah dalih yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.”
(QS. Al-Mu’minuun [23] : 99 – 100)
.
Di dalam surat yang lainnya Allah ﷻ berfirman :
“Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (seraya mereka berkata), “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami alam mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin.”
(QS. As-Sajdah [32] : 12)
.
Begitulah kondisi orang yang telah mati, mereka telah melihat akhirat dengan mata kepala mereka sendiri. Mereka mengetahui dengan pasti apa yang telah mereka perbuat di dunia dan apa yang mereka terima dengan amalannya. Dahulu mereka demikian mudahnya menyia-nyiakan waktu yang amat berharga untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bagi akhirat mereka. Kini mereka sadar bahwa detik-detik dan menit-menit yang hilang tersebut sungguh tidak ternilai harganya.
.
Karena itu, sebelum terlambat bertaubatlah kepada Allah سبحانه و تعالىٰ dan beramal shalihlah sebagaimana tuntunan dan petunjuk Rasulullah ﷺ agar amalan kita tidak sia-sia dan ditolak oleh Allah سبحانه و تعالىٰ.
Tak Khawatir Diblokir Teman Karena Mencari Ridha Allah
Tak Khawatir Diblokir Teman Karena Mencari Ridha Allah
Dari Abu Umamah al-Bahili رضي الله تعالىٰ عنه,
Ia berkata,
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya Allah تبارك وتعالىٰ, para malaikat-Nya serta semua penduduk langit dan bumi, bahkan semut yang ada di dalam sarangnya, sampai ikan yang ada di dalam air bershalawat (mendo’akan dan memintakan ampun) untuk orang yang mengerjakan kebaikan kepada manusia.”
(Shahiih, HR. At-Tirmidzi, no. 2685, Shahiih At-Targhiib wa Tarhiib, I/36, Shahiih Al-Jaami’, no. 1883)
.
Dari Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amir al-Anshari رضي الله تعالىٰ عنه, ia berkata,
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan (petunjuk), maka baginya pahala seperti orang yang mengerjakannya.”
(Shahiih, HR. Muslim, no. 1893)
.
Nasihat dari seorang ‘ulamaa besar bagi yang menganggap orang yang menyebarkan kebaikan berupa nasihat dijalan Allah سبحانه و تعالىٰ dianggap sok ngustadz.
.
Al-Imam Hasan Al Bashri رحمه الله تعالىٰ berkata,
“Wahai manusia, sesungguhnya aku tengah menasihati kalian, dan bukan berarti aku orang yang terbaik di antara kalian, bukan pula orang yang paling shalih di antara kalian. Sungguh, akupun telah banyak melampaui batas terhadap diriku. Aku tidak sanggup mengekangnya dengan sempurna, tidak pula membawanya sesuai dengan kewajiban dalam menaati Rabb. Andaikata seorang muslim tidak memberi nasihat kepada saudaranya kecuali setelah dirinya menjadi orang yang sempurna (tidak pernah berbuat dosa dan maksiat), niscaya tidak akan ada para pemberi nasihat.”
(Mawai’zh lilImam, Al-Hasan Al-Bashri, hal. 185)
.
Semoga Allah تبارك وتعالىٰ memberikan hidayah dan taufiq.
2 Kalimat Super Istimewa Dalam Islam
2 Kalimat Super Istimewa Dalam Islam
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua buah kalimat yang ringan di lisan namun berat di dalam timbangan, dan keduanya dicintai oleh ar-Rahman, yaitu ‘Subhanallahi wabihamdihi, subhanallahil ‘azhim’.” (HR. Bukhari [7573] dan Muslim [2694])
.
Syaikh al-Utsaimin rahimahullah menerangkan, “Kedua kalimat ini merupakan penyebab kecintaan Allah kepada seorang hamba.” Beliau juga berpesan, “Wahai hamba Allah, sering-seringlah mengucapkan dua kalimat ini. Ucapkanlah keduanya secara kontinyu, karena kedua kalimat ini berat di dalam timbangan (amal) dan dicintai oleh ar-Rahman, sedangkan keduanya sama sekali tidak merugikanmu sedikitpun sementara keduanya sangat ringan diucapkan oleh lisan, ‘Subhanallahi wabihamdih, subhanallahil ‘azhim’. Maka sudah semestinya setiap insan mengucapkan dzikir itu dan memperbanyaknya.” (Syarh Riyadh as-Shalihin, 3/446).
.
Di dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut Allah dengan nama-Nya ar-Rahman –Yang Maha pemurah-. Hikmahnya adalah –wallahu a’lam– karena untuk menunjukkan keluasan kasih sayang Allah ta’ala. Sebagai contohnya, di dalam hadits ini diberitakan bahwa Allah berkenan memberikan balasan pahala yang banyak walaupun amal yang dilakukan hanya sedikit (lihat Taudhih al-Ahkam, 4/883)
.
10 DP Muslimah Cantik Bercadar Dan Quotes Menarik
Daripada jatuh dan kecewa. lebih baik sabar dan menunggu.
Hitam dan cadar 😘
Meskipun banyak yang bilang
Pakain menakutkan
Tapi aku justru jatuh cinta
Dan sangat menyukai nya 😘
Jangan berpikir bahwa
Baju ku ga ganti ganti yah 😂
Kalau suka nya warna hitam
Dan selalu pakai hitam hitam 😄
Hayoo siapa yang suka
Warna hitam juga 😄.
.
Muslimah Foto Dari Belakang Di Pantai + Quotes
Muslimah Foto Dari Belakang Di Pantai + Quotes
Kelelahan saat ini akan dibayar nanti
Saat nyawa tak lagi didalam raga
Akan tiba saatnya
Amal akan dihitung
Allah selalu berbicara
Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu
Aku menjalankannya
Memang Allah maha adil
Tapi aku yang tidak adil pada NYA
Dosa selalu mengalir
Namun pahala enggan untukku gapai
Aku tidak adil bukan?? Sahabat ingatkan aku
Jangan biarkan aku lengah
Dan semoga Allah mempertemukan
Disurga-NYA
Muslimah Quotes – Nasehat Ayah
NASEHAT AYAH KEPADA ANAK PEREMPUANNYA
– Muslimah Quotes
Duhai anakku
Kemarin aku bertemu teman -temanku. Mereka dgn bangga menceritakan anak-anaknya yg baru selesai S3
Ada yang baru saja datang ke wisuda anaknya di Melbourne
Aada yang bangga krn anak semata wayangnya sudah menjadi dokter
Ada yang bangga karena anaknya jadi direktur dan manajer
Ada yang bangga karena anaknya menjadi pemenang cover girl
Ada yang bangga karena anaknya menjabat asisten manager
Ada yang bangga karena anaknya menjadi fashion designer
Ayah hanya mampu tersenyum dan mengucap selamat pada mereka semua
Bukan karena ayah iri ataupun kecewa, bukan pula karena ayah ingin berada di posisi mereka, melainkan karena ayah bangga memiliki putri seperti dirimu
Yang hatinya tak pernah terpaut oleh dunia
Yang matanya tak pernah tergiur oleh emas mutiara
Yang pribadinya ayah doakan mampu menjadi anak sholihah
Ayah tak pernah memintamu untuk mampu menjadi mereka,
atau bahkan melebihi mereka, karena ayah sadar kebahagiaan dunia tak akan membahagiakan selamanya, cukuplah menjadi putri yang selalu ayah cinta
Dengan kesederhaan dan hijab syar’inya
Dengan ketaatanmu kepada Allah semata
Dengan ketaatanmu kelak pada suamimu saja
Cukuplah kau tutup auratmu !
Cukuplah kau jadikan Al-qur’an sebagai teman hidupmu !
Cukuplah doamu selalu untukku
Duhai putriku…
Cukup jadilah wasilah untukku dan ibumu meraih surga Allah, tak perlulah kaya terlalu berlebih di dunia, cukup mudahkan kami menuju syurga-Nya
Maka ayah akan slalu bangga memilikimu
Cukuplah ketaqwaanmu pada Rabbmu
Mudahkanlah kami menuju syurga dengan akhlaqmu, jangan seret ayah dan ibumu ke neraka
Sungguh.! ayah dan ibu lebih bangga bila melihatmu tumbuh menjadi wanita sholihah. sedang dunia dan rezeki yang lainnya semata-mata bonus dari Allah saja
Jazakumullahu khayran
Utamakan Ibadah Wajib Baru Lakukan Sunnah
﷽
ISLAM AGAMA PERTENGAHAN
Hadits Buraidah al-Aslami yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad :
.
عَنْ بُرَيْدَةَ اْلأَسْلَمِيِّ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ هَدْيًا قَاصِدًا فَإِنَّهُ مَنْ يُشَادَّ هَذَا الدِّينَ يَغْلِبْهُ
.
Dari Buraidah al-Aslami Radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasûlullâh ﷺ telah bersabda, “Hendaklah kalian mengikuti petunjuk dan beramal sewajarnya (tidak berlebih-lebihan). Sesungguhnya barangsiapa yang memperberat diri dalam agama ini pasti dia akan kalah.” (HR. Ahmad dalam al-Musnad 5/361)
.
Hadits tersebut menunjukkan bahwa yang disyari’atkan, diperintahkan dan dicintai oleh Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya adalah sikap pertengahan dan adil dalam ibadah. Amalan ibadah yang keluar dari batasan ini maka itu adalah perkara yang tercela dan menyelisihi syari’at.
.
Banyak contoh kasus yang masuk dalam aplikasi kaidah ini. Di antaranya adalah sebagai berikut:
.
Seseorang yang berlebih-lebihan dalam mengerjakan ibadah, seperti berpuasa terus-menerus, atau shalat malam terus-menerus, sehingga menyebabkan badannya lemah dan tidak bisa melaksanakan kewajiban-kewajibannya maka ia telah berbuat kesalahan, berdosa, dan berhak untuk mendapatkan hukuman.
.
Apabila mengerjakan ibadah sunnah sampai tidak bisa mencari rezeki yang wajib, atau mencari ilmu yang wajib, atau menyebabkannya meninggalkan jihad yang wajib, maka ketika itu tidak diperbolehkan baginya mengerjakan ibadah sunnah tersebut.
.
Wallahu a’lam, semoga bermanfaat.
Waktu Yang Tepat Membaca Surat Al-Kahfi
Pertanyaan: Kapan waktu yang tepat untuk membaca surat al-Kahfi? Apakah di malam atau siang hari?
.
Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du. Sebelumnya, kita akan simak beberapa hadis berikut,
Dari Abu Said al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dirinya dan Ka’bah.” (HR. ad-Darimi 3470 dan dishahihkan al-Albani dalam Shahihul Jami’, 6471)
.
Dalam riwayat lain, beliau bersabda, “Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.” (HR. Hakim 6169, Baihaqi 635, dan dishahihkan al-Albani dalam Shahihul Jami’, no. 6470)
.
Dalam dua hadis di atas, pada hadis pertama, Nabi ﷺ menyebutkan, ‘membaca surat al-Kahfi di malam jumat’. Sementara di hadis kedua, beliau menyatakan, ‘membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat.’
.
Mengisyaratkan bahwa surat al-Kahfi bisa dibaca selama 24 jam di hari jumat. Dimulai sejak terbenamnya matahari di hari kamis, hingga maghrib hari jumat.
.
Al-Munawi menukil keterangan al-Hafidz Ibnu Hajar,
Kata al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitabnya al-Amali, “Anjuran membaca al-Kahfi ada di beberapa riwayat, ada yang menyatakan ‘Hari jum’at’ dalam riwayat lain ‘Malam jumat’. Bisa kita kompromikan bahwa waktu yang dimaksud adalah siang dan malam jumat.” (Faidhul Qadir, 6/258)
.
Al-Munawi juga mengatakan,
“Dianjurkan untuk membaca surat al-Kahfi di hari jumat atau malam harinya, sebagaimana ditegaskan as-Syafii.” (Faidhul Qadir, 6/257)
.
Berdasarkan keterangan di atas, tidak ada waktu khusus untuk membaca surat al-Kahfi. Anda bisa membacanya selama hari jumat. Anda bisa pilih waktu yang paling longgar, paling nyaman, sehingga bisa membaca dengan penuh perenungan. Dengan demikian, kita bisa berharap, janji yang Allah berikan bagi orang yang membaca al-Kahfi, yaitu diberi cahaya, berpeluang untuk kita dapatkan.
.
Wallahu a’lam.
Prinsip Dasar Islam Lurus
﷽
KONSEKUENSI DAN TANDA-TANDA CINTA KEPADA RASULULLAH ﷺ
.
1. Mencintai Rasulullah ﷺ mengharuskan adanya pengagungan, memuliakan, meneladani beliau dan mendahulukan sabda beliau ﷺ atas segala ucapan makhluk serta mengagungkan sunnah-sunnah beliau.
2. Mentaati apa yang Rasulullah ﷺ perintahkan.
Sebagaimana firman Allah,
.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ…
.
“Hai orang-orang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya (Muhammad ﷺ)…” (QS. an-Nisaa’; 59)
3. Membenarkan apa yang beliau ﷺ sampaikan.
Rasulullah ﷺ tidak berkata menurut hawa nafsunya.
4. Menahan diri dari apa yang dilarang dan dicegah oleh beliau ﷺ.
Sebagaimana firman Allah, “…Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” (QS. Al-Hasyr; 7)
5. Beribadah sesuai dengan apa yang beliau ﷺ syari’atkan, atau dengan kata lain wajib ittiba’ kepada beliau ﷺ.
Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, dan ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'” (QS. Ali Imran; 31)
6. Anjuran bershalawat kepada Nabi ﷺ.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Perbanyaklah kalian membaca shalawat untukku pada hari dan malam jumat. Barangsiapa yang bershalawat untukku sekali niscaya Allah bershalawat untuknya sepuluh kali.” [HR. Al-Baihaqi (lll/249) dari Anas bin Malik. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no.1407 oleh Syaikh al-Albani]
.










